Setelah sekian lama nggak pernah ngeponsting tulisan baru lagi, ane merasa kasian juga ngeliat perkembangan blog kesayangan ane ini. Banyak hal yang menyebabkan ane nggak terlalu sering lagi ngeposting tulisan. Diantaranya, nggak tau apa yang mau di posting, trus.... Banyak maen di fb kalo lagi OL… en banyak lagi yang laen…
Nah... sekarang, selain karena dapat tugas dari kampus (ngaktivin Blog lagi), ane pengen nyalurin semua uneg-uneg yang ada ke dalam postingan... mudah-mudahan aja insfirasi tulisan tetap ngalir. Untuk nulis postingan yang ini aja mesti buth waktu... gmana mau buat yang lebih baik... tapi, ane yakin dengan pepatah arab “Man jaddah wajadah...” kira-kira seperti itu. So, nggak kata untuk nggak bisa...
Banyak hal yang aku dapat dari mengenalmu. Mulai dari kekerasan hatimu, keterbukaanmu, kejengkelanmu, keegoisanmu. Semua mengalir seiring dengan berjalannya waktu yang tak pernah mau menunggu. Tak ada yang mampu untuk mengetahui apa yang akan terjadi dalam alur kehidupanya kelak, begitu juga perkenalan kita dan pertemanan yang terjalin, sampai hari ini aku mengenalmu sebagai seseorang yang selalu membuatku bangga… namun tak pernah kita ketahui kelak, sampai dimana kebanggan ini akan ada padaku.
Aku selalu bangga padamu….
Berbagai bunga kehidupan menghiasi tepian jalan yang telah berlalu, seakan kembali menebar benih baru ke arah yang belum terlalui. Itu terjadi setelah persahabatan, pertemanan ,atau apalah namanya antara kita harus terbatas oleh aturan Tangan Sang Pengatur, dan aku yakin kamu faham itu. Terkadang aku menganggap bahwa kau bukan sekedar temanku, bukan sekedar sahabatku… namun kenyataan lain membantah dan tetap bertahan bahwa kau akan terus membuatku bangga.
Aku akan terus bangga padamu..
Kau telah membuatku tak pernah berjalan sendiri, saat ku butuhkan pegangan dari keterpurkan dan kelabilan perasaan, seperti angin di tengah hari yang gersang kau datang dengan lembut memberiku kesejukan. Meski terkadang dengan bahasa yang sebenarnya hanya untuk membangkitku dari keterpurukanku… meski demikian, kebanggaanku padamu masih juga bersemi.
Aku bangga, namun tak melebihi kebangganku pada Yang Maha Pencipta…..
Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.
Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara. Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka menunggu Maghrib sambil menatap awan lembayung berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.
Bukannya ge’er sih… aku senang bangeddd... ni dapat kehormatan mendapatkan award dari teman yang agak jauh…. (manado). Yup… untuk masalah award blog, aku termasuk orang yangjarang sekali mendapatkan award dari teman blogger… oleh karena itu (koma)… hehehehe… kesempatan banget dapat pe-er dari teman… jadinya gag tanggung-tanggung… begitu aku baca di shout-mix… langsung aja ku klik… muncul deh blog sang pemberi award… Hana… gitu aja aku kenal namanya… siapa pun dan bagaimanapun dia, dia itu teman baru yang sudah menganggapku sebagai salah satu teman yang bisa di beri penghargaan award… thank’s for that’s friend….
Nah, sebagai mana biasanya… tradisi pewarisan award ini mesti aku lakukan juga…. Sebagaimana yang Hana bilang, membuat dan mengikuti instruksi award ini memang aga’ rumit coy, but never mind… I will try….
Award ini sendiri merupakan Award yang ber-backlink, maka sahabat blogger yang menerima award ini akan secara otomatis mendapatkan backlink, dan jika kita mengikuti aturannya secara tepat maka blog kita akan mendapatkan banyak backlink dalam waktu yang singkat.
Dan pada akhirnya saya memutuskan para sahabat blogger yang menerima award ini adalah :
“Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Dan selanjutnya si penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu :
Aturannya begini :
sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah
Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125
Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan trafik tambahan.
Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”
Selamat mengambil award-nya, sobat. Tetap jalin silaturrahim kepada para blogger agar blog sobat cepat naik trafik pengunjungnya. Selamat kepada para sahabat blogger yg mendapat award.
Pusing, akhir-akhir ini banyak banget yang datang en buat sedih... entah minggu ni minggu ujian apa minggu laknat. kalo harus milih sih, ini minggu ujian lah, biar bisa naik tingkat. emang sih, susah banget ujian-ujiannya... tapi mesti di lewatin.
Allah emang Maha Mengetahui... iya tahu banget kalo hambanya ini lagi jauh dari-Nya, makanya dibuat nginget lagi... Rabb... Maafkan hamba-Mu yang tidak tahu diri ini.......
Awalnya, masih pusing sih dengan yang namanya Award…. Trus,tak di sangka dan tak di dgua, eh… dapat kiriman sesuatu yang sangat berharga… dari Orang yang berharga juga tentunya… bukan Award sembarang Award, tapi Award yang mewarnai persaudaraan… wuiiiiiii… senangnya dapat penghargaa. Juju raja ya… ini adalah Award pertama yang ku dapatkan di perblogan…
Aku yakin dengan sebuah persaudaraan. Makanya senang banget dengan Award yang dikirim. Setelah mempelajari sedemikian rupa, dengan seksama… akhirnya aku pengen juga ngejalanin misi mendapatkan Award ini. Ya…. Gini deh caranya.
Terinspirasi dari sni, makanya saya pengen ngebagiin Award ini ke teman-teman yang udah memberikan banyak inspirasi. Terlepas dari mereka mau nerima atu tidak.
nha ni dia ni Awardnya
Sealanjutnya (sesuai instruksi dari yang ngasi) aku juga pengen ngasi ke mereka yang jadi inspirasi bagi aku tuk terus eksis di dunia yang tak karuan ini.
Nah ni Mereka.... (sebenarnya sih sepuluh, tapi banyak banget jadi aku tulis aja semua)
Kalian bisa kunjungi blog mereka dengan mengklik aja langsung.... Nah... jika ingin mendapatkan Award ini juga, lakukan langkah berikut:
1. Buat postingan mengenai award ini di blog sobat 2. Sebutkan siapa yang memberikan award beserta link blognya 3. Anugerahkan award ini kepada 10 sobat kamu yang paling memberi inspirasi dan sangat friendly. 4. Kunjungi blognya dan beritahukan kalau ada award dari kamu untuknya 5. Lakukan hal yang sama seperti yang memberikan award ke kamu
Besar harapanku, kalian lakukan juga, biar lebih mengeratkan persaudaraan gitu... en, kalo ngga' sempat ngerjainnya, bukan berarti silaturahmi nggak ada... tetap kok.. keep spirit to write.....
Air Terjun Parangloe, wuuuuuiiiiiiiiiii…. Muantap banget atu…. Air terjun ini ada di daerah Parangloe, kecamatan Bili-bili, kab. Gowa, Sulawesi Selatan… hari itu lagi ada agenda manjat-manjat sebenarnya. Namun karena kondisi arena yang gag memungkinkan, jadinya Cuma refling doang. But never mind, tetap happy ko’.
Kebetulan tu hari, kite-kite (hehehe) ada undangan ama teman-teman Fotografer (he…he… lupa apa namanya) yang lagi camping di sekitaran air terjun. Nah, jadi deh kita berangkat rame-rame. Awalnya, kita mikirnya air terjun ni biasa-biasa aja, sama ama air terjun laen.
Pas lagi asyik-asyiknya nikmatin air terjun ni, kan da Misba (senior… apa ya… ah bodo… pokoknya kanda gitu), jelasin ke kita-kita kalo air terjun itu udah sering nelan korban. Kronologisnya adalah…. Tanpa di sangka, terkadang air bah akan datang secara tiba-tiba. Nah, kunjungan itu adalah kali ke-empat kanda Misba berkunjung.
“Pada kunjungan pertama sampe ke tiga, air bah selalu dating secara tiba-tiba, untuk pertam dan ke dua ada korban meninggal, dan yang ketiga hanya hanyut terbawah arus, tapi tidak sampe mati… bla…bla…” jelasnya panjang lebar. Wuiiiiiiiiiiiiiiii…. Sadis amat, tiba-tiba tanpa di komando, ku ambil langkah seribu meninggalkan tengah sungai menuju ke tepian… sama aja cari mati namanya.
“Kalo warna air berubah, cepat-cepat mi tinggalkan sungai. Itu tanda yang bisa di baca…” jelasnya ke kami untuk mengetahui kapan air bah itu datang. Namun demikian, jarak perubahan air dan air bah itu tidak lama, bahkan sangat cepat. Wah… wah… ngeriiiiiii…
Namun, namanya dah niat tuk refling and climbing, ya… di terusin aja. En… Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, sampe kaki-kaki kite ninggalin tu tempat, air bahnya gag dating-datang….