Minggu, 15 Desember 2013
NgeBLOGGER di ANDROID
Sabtu, 11 Mei 2013
Curhat PKS Kusayang #4
ikhwah, makar ini datang untuk mendewasakan kita dalam menyikapi kondisi, sekaligus membentuk ketsiqohan kita... sungguh sangat tidak bijak ketika "hanya karena" pemberitaan yang berat sebelah oleh media dan kita sempat ragu pada perjuangan qiyadah-qiyadah kita....
ikhwah... makar ini juga yang membuat kita melek dan memaksa kita untuk bangga maju ke masyarakat dan menjelaskan sejelasnya kondisi yang sebenarnya, karena media tak akan memaparkan yang sebenanrnya...
ikhwah, biarlah media dengan kicauannya, dan kita dengan cinta kita, dengan kerja kita, dan dengan keharmonian kita... kita menuju Indonesia yang adil dan sejahtera
#untukmuyangbelumtsiqohpadaper
Curhat PKS Kusayang #3
mereka tau, kalian akan melupakan masalah pekan ini pada pekan berikutnya, dan mereka merancang kondisi yang kemudian kalian hanya berpikir sekarang adalah sekarang... yang terjadi sekarang lepas dari yang terjadi kemarin, dan mereka bebas membangun opini bahwa mereka dan kebijakan mereka adalah yang terbaik, dan mereka berhasil menganggukkan kepala kalian dengan kesewenang-wenangan mereka...
buka mata kalian masyarakat yang berdaulat... BUKAAAAAAAA...!!!
jangan jadi pecundang yang hanya tau makan, minum gajian...
buka mata kalian...
#geramdengankesewenang-wenanga
Curhat PKS kusayang #2
namun jangan kau tunjukan kelemahanmu pada mereka yang tidak bisa memahami konspirasi para penguasa... jangan kau tunjukan kesedihanmu pada masyarakat yang terlalu "cukup dengan media"... jangan kau tunjukan pada mereka yang hanya bisa melihat kelemahan dan kekuranganmu... karena sesungguhnya kalian bukan malaikat, yang tidak memiliki kekurang...
ikhwah... saatnya mengatakan pada mereka, bahwa KAMI KADER PKS, tidak akan mundur walau selangkah... harga mati sebuah perjuangan demi sebuah KEADILAN dan KESEJAHTERAAN.
Curhat PKS kusayang #1
ikhwah... kalo kita jelaskan ke masyarakat dan mereka ngotot, berarti bukan kebenaran lagi yang mereka cari, tapi merekalah masyarakat-masyarakat yang mau penindasan oleh yang punya duit terus berlanjut... sebesar apapun kita berkoar, mereka tidak akan peduli...
saatnya sekerang bekerja, bekerja, bekerja... kita hanya akan menerima masyarakat yang cerdas melihat kondisi... banyak kok yang bisa jadi tolak ukur...
kasus-kasus big bos demokrat, seperti century, hambalang dll , yang merugikan negara miliyaran di biarkan begitu saja. sedangkan kasus LHI yang *diduga* akan disuap tidak merugikan negara tetapi dihukumi media seperti orang yang sangat bersalah dan tidak punya kebaikan sama sekali.. sampai-sampai semua dihubungkan... dari fathanah dengan wanita-wanita, LHI dipaksakan berhubungan dengan Fathanah, dan Fathanah di paksakan jadi kader PKS yang istrinya sendiri mengatakan bahwa Fathanah itu bukan kader PKS...
ikhwah... saatnya bekerja, bukan untuk menjelaskan kepada mereka yang menikmati penindasan MEDIA dan KPK....
ikhwah... wallahu khairul makiri
#geramdenganpenindasanolehmedi
Rabu, 08 Mei 2013
Nyanyian Pagi Ustad NHW terkait #PKSMelawan
2. Bbrp hari ini, media menaruh perhatian besar kpd PKS krn isu
3. Kesan bhw
4. Sejak dlm rancangan pembuatan UU ttg KPK, Fraksi PKS sangat jelas dukung keberadaan KPK dg kewenangan yg kuat.
5. Thn lalu ada hingar bingar usulan revisi UU KPK di DPR, FPKS pun berada di garda terdepan tolak revisi UU itu krn akan membonsai KPK.
6. Sikap kami jelas. Ketika Ust LHI didatangi KPK dan mrk sampaikan surat utk penahanan, apakah
7. Utk Ust LHI yg kami cintai karena Allah saja, PKS tdk lakukan perlawanan, apalagi hanya utk bbrp unit mobil.
8. Kata tim hukum Ust LHI, Pak Zainuddin Paru, wkt itu sekuriti DPP sdh persilakan, tapi minta KPK prlihatkan dulu surat tgas utk penyitaan.
9. Nyatanya, pihak KPK tak bisa tunjukkan surat penugasan, maka sekuriti persilakan datang Selasa (7/5) pagi dg bawa surat tugas.
10. Selasa (7/5) sore tim KPK datang lg, tapi surat tugas tak dibawa, justru bawa surat undangan kpd Ketua Majlis Syuro & Presiden PKS.
11. Ketika kawan2 sekuriti lihat tak ada surat tugas, wajar mereka merasa brtgjwb utk amankan barang2 di lingk DPP. Itu tugas mrk.
12. Prinsipnya, tak akan
13. Tapi, supaya tak jadi heboh, apa sih susahnya KPK bawa surat dan secara definitif sebutkan mobil mana yg mau diambil & atas dasar apa?.
14. Saya yakin kalau itu dilakukan, aplg dg kordinasi dg pimp partai spt dulu dilakukan trhadap Ust LHI, tak akan ada masalah.
15. Kata kuncinya, tak benar
16. Jalankan aturan2nya, maka PKS akan dukung KPK. Tak akan
Sabtu, 04 Juni 2011
Bunda

Berawal dari menuls sebuah status di Facebook (FB), akhirnya terinspirasi untuk menjadikan sebuah catatan yang lebih besar daya tampung karakternya dibanding status *ma'lum, pengen curhat...
Tepatnya... Sabtu malam (4 Juni 2011), sedang asyik-asyiknya ngenet-an, tiba-tiba pengen dengar suara Bunda, Kangen ceritana... singkat cerita, hape ku ambil, pulsa ku cek, nama bunda ku cari di daftar, ku pencet tombol memanggil, terdengar suara Tuuuut...tuuuut.... lumayan lama sih, ku sangkanya bunda sudah tidur *jam 11 malam cing.. sampai terdengar suara operator cewek ngomong kalo nomor bunda lagi sibuk, jangan di ganggu.. *haaaa.. ngarang... trus ku coba lagi yang ke sekian kalinya *hehehe.. baru juga dua kali... terdengar suara "tuuuut...tuuut...tutt... Assalamu alaikum..." haa... akhirnya, pikirku, ternyata bunda belum tidur. "wa alaikum salam Ma (aku manggil mama ke bunda).. belum tidur ki..? kataku ke bunda, "belum pi na'.. nonton(g)2 ji sama bapa'mu ini.. kenapa ko..?" suara bunda terdengar jelas di telingaku, ku hayati, kurenungi, kusadari bahwa ternyata bunda sudah berumur, sudah seperti nenekku dulu waktu akau masih kecil-kecil.. "Wan... kenapako na'... " panggilannya menyadarkan aku kalo ako sedang berbincang dengannya via HP, " iye' ma... nda' ji... bemana mi (bagaimana.red.. hallah ^_^) kabarta?"... " Alhamdulillah na'.. Kau iyya..?" tanyanya balik, ku jawab sebagaimana jawaban umumnya, "bae-bae' ji ma'..."
begitulah perbincangan antara kami berlanjut, semua berjalan sekenanya, ku jawab semua pertanyaan darinya, begitu juga dia menjawab semua pertanyaan dari ku. mulai dari masalah kondisi rumah, saudara sepupuku yang tinggal bersamaku, omku yang juga tinggal serumah denganku, adikku yang baru saja pulang dari KKN, dan semua yang berhubungan antara aku, sepupuku, omku, dan adikku... semua berjalan dengan santai.. nyaman.. lantunan suara tuanya seperti sengatan kistrik gelombang tinggi yang menggetarkan setiap perasaan dalam diriku *lebay coy... semua berjalan begitu saja, sampai ketika ia mulai mengangkat kerinduannya pada semua anak-anaknya, harapan yang besar baginya dari setiap anak-anaknya, aku tau... aku tau kalau sebenarnya ia sementara meneteskan air mata pada saat itu anmun sekuat hati ia tampakkan ketegaran dalam dadannya hanya untuk enjaga jangan sampai aku jatuh dan lemah dengan air matanya, aku tahu bahwa pengharapan yang pernah ada sewaktu kami (anak-anaknya) masih kecil-kecil sebagian besar hilang... semua kondisi yang mereka (bunda dan ayahanda) temui sekarang ini mungkin sangat jauh dari yang mereka harapkan... namun semua itu mereka tepis, mereka sangat demokrat, mereka melebur semua egoisme keinginan mereka hanya untuk senyum di wajah kami terhadap pencapaia-pencapaian kami...
semua itu muncul dalam benakku, seiringin dengan kata-katanya yang terus mengalir di seberang sana... nasehat demi nasehat meluncur halus keluar dari speaker Hp-ku, ingin rasanya pada saat itu ku katakan padanya.. "maafkan anakmu bunda, masih belum mampu menunjukan padamu apa yang Allah dan Rasulnya kehendaki, dan yang bunda dan ayahanda harapkan dari anakmu ini.." ingin rasanya ku buka tabr jarak antara aku dan bunda dan kutunjukan pada bunda betapa lemahnya diriku tanpa kasih sayangnya, motivasinya, doronganya, bimbingannya... ingin juga ku peluk bunda dan berkata padanya bahwa "Aku rindu Bunda..."...
"Wan... Wan..." suaranya kembali menyadarkan ku, "iye' ma..." jadi kapan selesai kuliah mu.. nah, inilah babak yang kunanti, pertanyaan yang sangat sulit untuk kujelaskan bunda, pertanyaan itu berusaha ku alihkan ke pembahasan lain yang kira-kira mendekati, dan akhir nya pertanyaan itu seperti pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, bagiku kukira seperti itu, namun ku tau bundaku selalu faham dengan kondisiku... ia faham bahwa aku belum punya jawaban untuk pertanyaannya itu, makanya ia tidak sampai mengulang dua kali pertanyaan tersebut, itulah Okenya Bundaku, selalu mengerti kondisi anaknya...
the next... terdengar suara Teeeeeeet.. di hp-ku, aku baru ingat kalo pulsaku memang sedikit, so... dengan sigap kukatakan pada bunda " Ma'... habis mi pulsaku, beso' (K)2 pi sa telpon(g) kilagi nah.. salam sama papa' (panggilan ku ke yanda).." " iye' na'... bae-bae ko nah... fokus kuliah mu dulu, baru urus yang lain.. Assalamu alaikum.." "waalaikum salam iye' ma.." kututup HP-ku, kuraba pipiku, hehehe... kecengenganku datang... ternyata, aku kangen Bunda...
Untuk Ssebuah Do'a
اللهم اغفرلي زولوالدي ورحمهما كما ربياني صغيرا
