Minggu, 12 Desember 2010

Ponakan Azhariyuun...


Entah berkah apa yang datang padaku hari ini... iseng-iseng, kuhubungi dua nomor teman lama, keduanya mengabarkan berita gembira. Kebahagiaan dengan kelahiran dua insan baru dari saudari al azhariyyun. Sebenarnya, mereka sudah aga’ lama melahirkan, tapi aku sendiri baru pagi ini tahu. Mereka bilang pengen ngasi kabar, tapi nomorku nggak bisa di hubungi... never mind, but, ini semua membuatku bahagia di pagi ahad...

Uniknya lagi, ponakan baru itu sepasang, satu Ikhwan, satunya lagi Akhwat. Aku sangat berharap kelahiran mereka menjadi sebuah kebaggan dan keberkahan bagi keuda orang tua mereka khususnya, dan kepada agama ini.

Mujahid dan mujahidah baru kami... tulisan ini khusus ku buat untuk kalian... meski singkat, namun berisi kebanggan dan pengharapan pada kalian. Aku yakin, orang tua kalian mempunyai kebanggan yang lebih dari pada kebangganku pada kalian... meski nama kalian begitu sulit untuk ku hafalkan, namun kalian berdua ada dalam hatiku...


Puisi untuk kalian...


Buah dari keindahan cinta

Bersemi menebar harum dalam kehidupan

Sebagai dambaan penantian yang lama

Dari keinginan dan kerinduan tiap insan

Awal dari kehidupan telah kau jalani

Bukan singkat pejalanan kan menyambut di depan nanti

Bukan ringan tantangan mendera kemudian hari

Sandarkan hatimu pada kehendak ilahi

Buah hati para pencari keridhahan

Pelipur nestapa dalam bahtera kehidupan

Kau indah bagi sebuah keindahan

Kau tumpuan ribuan harapan


Hanya ini yang bisa ku berikan... ku rindu melihat kalian....


Lakuma Ukhtaani Fillah

Isnaeni wa Mardiyah

Jumat, 10 Desember 2010

Bagai Katak Dalam Tempurung

Mungkin Anda sudah mengetahui pepatah Bagai katak dalam tempurung. Pepatah ini begitu populer. Tapi, apa yang akan saya sampaikan adalah model barunya. Iya, arti dari pepatah ini adalah orang yang wawasannya tidak terlalu luas. Ia tidak tahu situasi lain, selain di sekitar tempatnya berada saja. Kesannya, orang seperti ini adalah orang yang tidak gaul.

Namun tahukah Anda, bahwa orang gaul pun bisa memiliki sifat yang sama dengan apa yang dikatakan pepatah ini? Yup, orang yang merasa gaul dan suka membaca tidak terbebas dari kemungkinan menjadi orang seperti dalam pepatah ini. Bisa jadi, Anda pun termasuk di dalamnya.

Silahkan lanjutkan membaca untuk mengetahui apakah Anda termasuk dan solusinya untuk mencegah dan keluar dari sikap seperti ini.

Apa itu tempurung? Bagai katak dalam tempurung, artinya si katak tidak bisa melihat dunia luar karena dibatasi oleh tempurung. Jadi makna yang lebih mendalam dari pepatah ini ialah hidup yang dibatasi. Yang dimaksud batas ini bukan hanya membatasi mata lahir saja. Namun, yang lebih bahaya ialah saat mata hati dan pikiran kita yang dibatasi.

Tertutup Mata Hati

Mata hati yang dibatasi tidak bisa melihat kebenaran. Apa yang membatasi hati? Yang membatasi hati itu adalah hawa nafsu. Orang yang hatinya sudah tertutup oleh hawa nafsu tidak akan mampu melihat kebenaran. Satu-satunya cara agar bisa melihat kebenaran ialah dengan menyingkap tabir tersebut, bukan meniadakannya sebab hawa nafsu sudah bagian dari manusia. Ciri-cri orang yang mata hatinya tertutup ialah tidak bisa melihat cahaya, bahkan saat dia sedang membaca sumber cahaya tersebut, yaitu Al Quran. Atau orang yang selalu/sering menolak nasihat atau selalu melakukan pembenaran saat menerima nasihat.

Pikiran yang Dibatasi

Model kedua dari makna bagai kata dalam tempurung ialah saat pikiran kita yang dibatasi. Orang yang rendah diri adalah orang yang pikiran dibatasi oleh anggapan akan kemampuan diri yang rendah. Orang yang putus asa adalah orang yang pikirannya dibatasi oleh sempitnya ide-ide yang bisa menjadi solusi. Dia pikir tidak ada yang bisa dilakukannya lagi, dia pikir semua sudah dilakukan. Padahal belum semua cara dan ikhtiar yang dilakukan, dia hanya menganggap semuanya sudah dilakukan karena pikirannya sebatas itu.

Dan, masih banyak lagi akibat negatif dari berpikiran sempit.

Buka Hati Buka Pikiran

Bagai katak dalam tempurung, si katak merasa bahwa dunianya memang seperti itu. Gelap dan sempit. Dia merasa bahwa itulah realitas hidup. Dia tidak sadar kalau dirinya sebenarnya terkungkung oleh sempitnya tempurung. Banyak juga manusia yang merasa hidupnya sudah baik-baik saja. Dia merasa seperti itulah hidup yang sebenarnya. Mereka tidak menyadari bahwa hidup bisa lebih luar dari itu.

Terlepas, apakah Anda merasa Bagai Katak Dalam Tempurung atau tidak, maka Anda tetap harus membuka hati dan pikiran Anda. Seperti yang saya jelaskan di modul Berpikir Diluar Kotak Revolusi Waktu, bahwa sebenarnya kita ada dalam kotak tertentu. Sejauh mana apa yang Anda capai dan miliki saat ini, itu adalah ukuran dari kotak atau batasan yang ada pada diri Anda. Artinya jika Anda ingin memiliki pencapaian yang lebih besar, maka bukalah pikiran Anda.

Bukalah hati. Membuka hati bisa dimulai dengan membersihkan kotoran-kotoran yang ada dalam hati. Mulailah dengan memohon ampun kepada Allah dan memperbanyak ibadah agar hati kita menjadi bening. Terimalah nasihat, apalagi yang datang dari Al Quran dan hadits shahih, meski pun nasihat itu menonjok hati Anda. Jika Anda tidak suka dengan nasihat baik, artinya ada sesuatu dalam hati Anda. Maka mulailah untuk menerima nasihat meski terasa pahit, bukan menolaknya atau mencari pembenaran.

Mudah-mudahan, kita semua terhindar dari orang yang tertutup baik mata hatinya maupun pikirannya. Mudah-mudahan hidup kita tidak Bagai Katak Dalam Tempurung.

Copy by: Motivasi Islami

Kamis, 08 April 2010

Puisi, Sang Pemberi Tugas

Iseng-Iseng, kemaren ane buka FB via Ponsel.... trus... baca status baru2 teman-teman FB-er.. pas dapat satu yang unik, status seorang puiser (hehehehe)... wah... ane jadi kepancing tuk balas rangkaian kata sastranya. mulanya ane nggak gerti maksud dan isi dari puisinya, namun... sedikit demi sedikit... mulailah aku tambah nggak faham (hehehehehe...) *pokoknya nggak faham-faham dah*.. nah trus ane coba untuk komen dengan puisi juga... yang (hehehehehe) ane sendiri ngga' ngerti... nyambung apa kaga' ma puisinya... so... berlanjut deh balas-balas puisi...
nah... karena susunan puisi yang kami buat asyik (menurut ane....)... ane posting deh di sni... itung-itung buat ngeupdate postingan, soalnya ni... ane dapat tugas dari seseorang tuk ngeupdate blog lagi... namun ternyata... Sodara-Sodara, ada yang unik lagi.. ane jadi penasaran dengan identitas dari sang "Manusia Bugis" itu tu... yang berbalas puisi ma ane, ane buka infonya di halaman info FBnya, eh... ada email yang ane kenal.... dan ternyata pemilik puisi itu adalah.... yang ngasi tugas buat ngeupdate blog...


ni dia puisi Kami...

Manusia Bugis "Dia masih kerap mengganggumu...! Biarkan diammu menegaskan jenak kusam dalam bias-bias jenggala. Di padang mana dia kini berpijak, usah! Jangan peduli lagi pada sesungging senyum yang kerap dilemparkannya. Atau, kisah-kisah usang yang kerap diceritakannya. Tak usah peduli, karena kau punya kisah sendiri!" Manusia bugis__

Wawan Abdullah Fattah
sekeras batu menahan tetesan air hjan yang lembut, jua kan berlubang.. meninggalkan tetesannya tuk pertahankan keutuhan adalah yag terbaik....

Manusia Bugis
ya! Seperti rimba yang kehilangan tuan pada suatu malam. Maka dengarkan rintihan angin yang menyapamu dalm bimbang. Aku melihatnya menyemai sebilah belati, ia ingin membunuh bulan! Manusia Bugis!

Wawan Abdullah Fattah
bulan tak kan menghindar, keindahannya akan menghalau murka.. kesejukan malam kan meghilangkan amarah.. meski kelamnya malam tak terbaca.. diamnya bukan berarti tak mau menyapa..

Manusia Bugis
Hentikan menyebut kata sifat...! Jika, tak ada tafsir dari kitab-kitab weda, atau kitab samawi yang disematkan pada suatu hari, jika memburu ketika, maka pandanglah wajah Tuhan pada bias-bias butir-butir putihnya. Angkasa...! Manusia bugis"

Wawan Abdullah Fattah
semua akn pudar, sifatpun kan memudar.. keindahan yang bertahan.. meski memacu secepat ingatan yang terlupa, namun bias kan terbekas, meski hanya sebatas...

Rabu, 17 Maret 2010

Semangad Baru, Insya Allah...

Bismillahi Rahmani Rahim....

Setelah sekian lama nggak pernah ngeponsting tulisan baru lagi, ane merasa kasian juga ngeliat perkembangan blog kesayangan ane ini. Banyak hal yang menyebabkan ane nggak terlalu sering lagi ngeposting tulisan. Diantaranya, nggak tau apa yang mau di posting, trus.... Banyak maen di fb kalo lagi OL… en banyak lagi yang laen…

Nah... sekarang, selain karena dapat tugas dari kampus (ngaktivin Blog lagi), ane pengen nyalurin semua uneg-uneg yang ada ke dalam postingan... mudah-mudahan aja insfirasi tulisan tetap ngalir. Untuk nulis postingan yang ini aja mesti buth waktu... gmana mau buat yang lebih baik... tapi, ane yakin dengan pepatah arab “Man jaddah wajadah...” kira-kira seperti itu. So, nggak kata untuk nggak bisa...

Wokkeh... kaya’nya ini dulu....

Minggu, 24 Januari 2010

KAU MEMBUATKU BANGGA , KAWAN

Aku selalu bangga padamu…

Banyak hal yang aku dapat dari mengenalmu. Mulai dari kekerasan hatimu, keterbukaanmu, kejengkelanmu, keegoisanmu. Semua mengalir seiring dengan berjalannya waktu yang tak pernah mau menunggu. Tak ada yang mampu untuk mengetahui apa yang akan terjadi dalam alur kehidupanya kelak, begitu juga perkenalan kita dan pertemanan yang terjalin, sampai hari ini aku mengenalmu sebagai seseorang yang selalu membuatku bangga… namun tak pernah kita ketahui kelak, sampai dimana kebanggan ini akan ada padaku.

Aku selalu bangga padamu….

Berbagai bunga kehidupan menghiasi tepian jalan yang telah berlalu, seakan kembali menebar benih baru ke arah yang belum terlalui. Itu terjadi setelah persahabatan, pertemanan ,atau apalah namanya antara kita harus terbatas oleh aturan Tangan Sang Pengatur, dan aku yakin kamu faham itu. Terkadang aku menganggap bahwa kau bukan sekedar temanku, bukan sekedar sahabatku… namun kenyataan lain membantah dan tetap bertahan bahwa kau akan terus membuatku bangga.

Aku akan terus bangga padamu..

Kau telah membuatku tak pernah berjalan sendiri, saat ku butuhkan pegangan dari keterpurkan dan kelabilan perasaan, seperti angin di tengah hari yang gersang kau datang dengan lembut memberiku kesejukan. Meski terkadang dengan bahasa yang sebenarnya hanya untuk membangkitku dari keterpurukanku… meski demikian, kebanggaanku padamu masih juga bersemi.

Aku bangga, namun tak melebihi kebangganku pada Yang Maha Pencipta…..

http://www.facebook.com/note.php?created&&suggest&note_id=265424892468

Jumat, 22 Januari 2010

Sinopsis "NEGERI 5 MENARA"




Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara. Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka menunggu Maghrib sambil menatap awan lembayung berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.

copy by SINOPSIS Gramedia Shop

Kamis, 30 Juli 2009

Award dari manado....

Bukannya ge’er sih… aku senang bangeddd... ni dapat kehormatan mendapatkan award dari teman yang agak jauh…. (manado). Yup… untuk masalah award blog, aku termasuk orang yang jarang sekali mendapatkan award dari teman blogger… oleh karena itu (koma)… hehehehe… kesempatan banget dapat pe-er dari teman… jadinya gag tanggung-tanggung… begitu aku baca di shout-mix… langsung aja ku klik… muncul deh blog sang pemberi award… Hana… gitu aja aku kenal namanya… siapa pun dan bagaimanapun dia, dia itu teman baru yang sudah menganggapku sebagai salah satu teman yang bisa di beri penghargaan award… thank’s for that’s friend….

Nah, sebagai mana biasanya… tradisi pewarisan award ini mesti aku lakukan juga…. Sebagaimana yang Hana bilang, membuat dan mengikuti instruksi award ini memang aga’ rumit coy, but never mind… I will try….

Award ini sendiri merupakan Award yang ber-backlink, maka sahabat blogger yang menerima award ini akan secara otomatis mendapatkan backlink, dan jika kita mengikuti aturannya secara tepat maka blog kita akan mendapatkan banyak backlink dalam waktu yang singkat.
Dan pada akhirnya saya memutuskan para sahabat blogger yang menerima award ini adalah :

1. kanda Syamsul

2. D203L

3. Un_der_dak

4. Andi Has

5. Dely

6. Neny

7. Fitri

8. Mimi

9. Bani

10. Syifa


“Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Dan selanjutnya si penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu :

1. Rizky

2. Omtomi

3. Blognyaipank

4. My Music

5. Avanca Linux

6. Ote Tatsuya

7. Deogracias

8. Akhi Rido Wahyudi

9. Hana Mugiasih

10. Wawan

Aturannya begini :
sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah

Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan trafik tambahan.
Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”

Selamat mengambil award-nya, sobat. Tetap jalin silaturrahim kepada para blogger agar blog sobat cepat naik trafik pengunjungnya. Selamat kepada para sahabat blogger yg mendapat award.