Minggu, 22 Desember 2013

Mamaku, Aku.. Hari ini.

Hmmm... Hari ini lagi marak ucapan "happy Mom day..", pastinya mengantarku kembali ke tempat nun jauh di utara sana. Di tempat seorang yang luar biasa buatku. Mama, ya... Mama.. wanita yang membawaku seperti saat ini.

Sebenarnya beliau sempat menelpon hari ini, sempat berbicara sedikit hal yg sifatnya permintaan. Suaranya yang halus lembut pun masih mengalirkan nada sayang dan cinta yang menorobos ke hatiku, mebimbulkan getar rindu, rindu untuk menerima nasehat sambil berbaring di pangkuannya, rindu sentuhan tangan pengharapannya kala kumasih dalam pengasuhannya. Hmmm... Mama.

Terima Kasih Ma... atas semuanya.. ya semuanya, semua kebahagiaan yang telah kau tumpahkan hingga saat ini.

Dulu, ketika aku berbuat sesuatu yang salah, kau akan marah semarah marahnya, aku baru tahu kalo ternyata ketika itu hatimu berkata "mau kau mencelakai dirimu...? Aku tak bisa melihatmu terluka sayang...", tapi saat itu tak kulihat...

Pernah suatu ketika, aku berantem dengan teman sebayaku, aku takut kembali ke rumah karena takut kena "marah", tentunya olehmu, karena wajahku penuh bekas cakaran temanku. Namun ternyata, dibalik dugaanku, kau memaki teman sebayaku sejadi2x... dan akupun tak mengerti.. ternyata kau tak rela ku tersakiti apalagi sampai terluka. Tapi aku tak tau itu...

MAMA...
Kini, aku telah dewasa, dan "seolah" aku telah merasa tau semua cara menghadapi hidup. Tapi, ternyata kau belum pernah melepasku dari masa kecilku, aku tetap tak tau apa2 bagimu. Bukan karena kau menggap remeh diriku. Tapi, lebih karena kau masih menyayangiku seperti waktu pertama kali ku terlahir ke bumi ini... Dan aku bagimu masih seperti yang dulu.

Ma...
Luv yu...

Minggu, 15 Desember 2013

NgeBLOGGER di ANDROID

Wuih, Android memang ngetop abis booo... Lagi ngeBlog, trus dapat aplikasi BLOGGER di Google Play, langsung Sedddddooooot...
Wuih, membantu banget, pas ada ide, bisa langsung nyatet.. langsung Post gitu...
Keren pokoknya....

Sabtu, 11 Mei 2013

Curhat PKS Kusayang #4

"Lalu, apakah PKS tidak Bersih lagi...? kita serahkan masyarakat yang menilai" stetment ini yang ingin dibangun oleh media dan para musuh PKS, sengaja mereka mengulang-ulang kasus LHI yang belum jelas dan seakan-akan sudah jelas LHI yang jadi tersangka, ironisnya... kasus suap itu semuanya DUGAAN... tapi masyarakat tidak mau tau itu, yang mereka tau kata duga itu sudah pasti "IA"...

ikhwah, makar ini datang untuk mendewasakan kita dalam menyikapi kondisi, sekaligus membentuk ketsiqohan kita... sungguh sangat tidak bijak ketika "hanya karena" pemberitaan yang berat sebelah oleh media dan kita sempat ragu pada perjuangan qiyadah-qiyadah kita....

ikhwah... makar ini juga yang membuat kita melek dan memaksa kita untuk bangga maju ke masyarakat dan menjelaskan sejelasnya kondisi yang sebenarnya, karena media tak akan memaparkan yang sebenanrnya...

ikhwah, biarlah media dengan kicauannya, dan kita dengan cinta kita, dengan kerja kita, dan dengan keharmonian kita... kita menuju Indonesia yang adil dan sejahtera

#untukmuyangbelumtsiqohpadaperjuangandakwah

Curhat PKS Kusayang #3

Buka mata kalian masyarakat Indonesia... mana jiwa kritis kalian...? masihkah kalian akan terus tutup telinga dari penindasan penguasa... kalian hanya akan mengeluh ketika hak pribadi kalian diganggu..? apakah hanya itu yang menjadi pikiran kalia..? ini bukan tentang LHI... ini bukan tentang PKS... ini tentang kesewenang-wenangan pelaku hukum menindaki hukum... ini tentang mereka yang berada di atas rakyat dan mempermainkan rakyat...

mereka tau, kalian akan melupakan masalah pekan ini pada pekan berikutnya, dan mereka merancang kondisi yang kemudian kalian hanya berpikir sekarang adalah sekarang... yang terjadi sekarang lepas dari yang terjadi kemarin, dan mereka bebas membangun opini bahwa mereka dan kebijakan mereka adalah yang terbaik, dan mereka berhasil menganggukkan kepala kalian dengan kesewenang-wenangan mereka...

buka mata kalian masyarakat yang berdaulat... BUKAAAAAAAA...!!!
jangan jadi pecundang yang hanya tau makan, minum gajian...
buka mata kalian...

#geramdengankesewenang-wenanganpelakuhukum

Curhat PKS kusayang #2

ikhwah,,,, tumpahkan tangis antum... keluhan antum... kesediahan antum pada Allah... menagislah dalam sepi, menangislah dalam sunyi... keluhkan pada RABB penguasa siang dan Malam... atas semua konspirasi

namun jangan kau tunjukan kelemahanmu pada mereka yang tidak bisa memahami konspirasi para penguasa... jangan kau tunjukan kesedihanmu pada masyarakat yang terlalu "cukup dengan media"... jangan kau tunjukan pada mereka yang hanya bisa melihat kelemahan dan kekuranganmu... karena sesungguhnya kalian bukan malaikat, yang tidak memiliki kekurang...

ikhwah... saatnya mengatakan pada mereka, bahwa KAMI KADER PKS, tidak akan mundur walau selangkah... harga mati sebuah perjuangan demi sebuah KEADILAN dan KESEJAHTERAAN.

Curhat PKS kusayang #1

ikhwatifillah, jika ada masyarakat yang masih celingak-celinguk umbar fitnah sana-sini tentang kita, sudahlah... biarkan mereka kreatif dengan fitnah itu... toh mereka cuma katanya-katanya... dan balasannya dengan Allah, pertanggung jawaban itu akan mereka hadapi sendiri,,, sekarang kita mau di loroti... di press sampai kita (PKS) bubar, paling tidak terjun bebas di duaribu empat belas... kenapa media masih sering membantai kita dengan pemberitaan miring, itu karena media punya Mereka yang akan bersaing dengan kita (PKS) di 2014...

ikhwah... kalo kita jelaskan ke masyarakat dan mereka ngotot, berarti bukan kebenaran lagi yang mereka cari, tapi merekalah masyarakat-masyarakat yang mau penindasan oleh yang punya duit terus berlanjut... sebesar apapun kita berkoar, mereka tidak akan peduli...

saatnya sekerang bekerja, bekerja, bekerja... kita hanya akan menerima masyarakat yang cerdas melihat kondisi... banyak kok yang bisa jadi tolak ukur...

kasus-kasus big bos demokrat, seperti century, hambalang dll , yang merugikan negara miliyaran di biarkan begitu saja. sedangkan kasus LHI yang *diduga* akan disuap tidak merugikan negara tetapi dihukumi media seperti orang yang sangat bersalah dan tidak punya kebaikan sama sekali.. sampai-sampai semua dihubungkan... dari fathanah dengan wanita-wanita, LHI dipaksakan berhubungan dengan Fathanah, dan Fathanah di paksakan jadi kader PKS yang istrinya sendiri mengatakan bahwa Fathanah itu bukan kader PKS...

ikhwah... saatnya bekerja, bukan untuk menjelaskan kepada mereka yang menikmati penindasan MEDIA dan KPK....

ikhwah... wallahu khairul makiri

#geramdenganpenindasanolehmediadanKPK

Rabu, 08 Mei 2013

Nyanyian Pagi Ustad NHW terkait #PKSMelawan

1. Pagi sahabat, Insya Allah fikiran masih sejernih pagi. Mdh2an sahabat bisa jernih menilai knp ada kesan #PKSMelawan KPK.

2. Bbrp hari ini, media menaruh perhatian besar kpd PKS krn isu #PKSMelawan KPK. Itu tentu krn cinta kpd PKS dan KPK :).

3. Kesan bhw #PKSMelawan KPK jadi luar biasa krn media menulisnya semacam itu. Pdhl, tak ada track record PKS melawan KPK.

4. Sejak dlm rancangan pembuatan UU ttg KPK, Fraksi PKS sangat jelas dukung keberadaan KPK dg kewenangan yg kuat.

5. Thn lalu ada hingar bingar usulan revisi UU KPK di DPR, FPKS pun berada di garda terdepan tolak revisi UU itu krn akan membonsai KPK.

6. Sikap kami jelas. Ketika Ust LHI didatangi KPK dan mrk sampaikan surat utk penahanan, apakah #PKSMelawan ? Tidak!.

7. Utk Ust LHI yg kami cintai karena Allah saja, PKS tdk lakukan perlawanan, apalagi hanya utk bbrp unit mobil.

8. Kata tim hukum Ust LHI, Pak Zainuddin Paru, wkt itu sekuriti DPP sdh persilakan, tapi minta KPK prlihatkan dulu surat tgas utk penyitaan.

9. Nyatanya, pihak KPK tak bisa tunjukkan surat penugasan, maka sekuriti persilakan datang Selasa (7/5) pagi dg bawa surat tugas.

10. Selasa (7/5) sore tim KPK datang lg, tapi surat tugas tak dibawa, justru bawa surat undangan kpd Ketua Majlis Syuro & Presiden PKS.

11. Ketika kawan2 sekuriti lihat tak ada surat tugas, wajar mereka merasa brtgjwb utk amankan barang2 di lingk DPP. Itu tugas mrk.

12. Prinsipnya, tak akan #PKSMelawan KPK. Silakan ambil mobil2 itu. Tapi...

13. Tapi, supaya tak jadi heboh, apa sih susahnya KPK bawa surat dan secara definitif sebutkan mobil mana yg mau diambil & atas dasar apa?.

14. Saya yakin kalau itu dilakukan, aplg dg kordinasi dg pimp partai spt dulu dilakukan trhadap Ust LHI, tak akan ada masalah.

15. Kata kuncinya, tak benar #PKSMelawan. PKS cm ingatkan, mekanisme pnegakan hukum harus dibarengi komitmen utk tegakkan hkum itu sndiri.

16. Jalankan aturan2nya, maka PKS akan dukung KPK. Tak akan #PKSMelawan. Sbgm track record PKS yg selalu cinta dan dukung KPK. Sekian.














Sabtu, 04 Juni 2011

Bunda


Berawal dari menuls sebuah status di Facebook (FB), akhirnya terinspirasi untuk menjadikan sebuah catatan yang lebih besar daya tampung karakternya dibanding status *ma'lum, pengen curhat...

Tepatnya... Sabtu malam (4 Juni 2011), sedang asyik-asyiknya ngenet-an, tiba-tiba pengen dengar suara Bunda, Kangen ceritana... singkat cerita, hape ku ambil, pulsa ku cek, nama bunda ku cari di daftar, ku pencet tombol memanggil, terdengar suara Tuuuut...tuuuut.... lumayan lama sih, ku sangkanya bunda sudah tidur *jam 11 malam cing.. sampai terdengar suara operator cewek ngomong kalo nomor bunda lagi sibuk, jangan di ganggu.. *haaaa.. ngarang... trus ku coba lagi yang ke sekian kalinya *hehehe.. baru juga dua kali... terdengar suara "tuuuut...tuuut...tutt... Assalamu alaikum..." haa... akhirnya, pikirku, ternyata bunda belum tidur. "wa alaikum salam Ma (aku manggil mama ke bunda).. belum tidur ki..? kataku ke bunda, "belum pi na'.. nonton(g)2 ji sama bapa'mu ini.. kenapa ko..?" suara bunda terdengar jelas di telingaku, ku hayati, kurenungi, kusadari bahwa ternyata bunda sudah berumur, sudah seperti nenekku dulu waktu akau masih kecil-kecil.. "Wan... kenapako na'... " panggilannya menyadarkan aku kalo ako sedang berbincang dengannya via HP, " iye' ma... nda' ji... bemana mi (bagaimana.red.. hallah ^_^) kabarta?"... " Alhamdulillah na'.. Kau iyya..?" tanyanya balik, ku jawab sebagaimana jawaban umumnya, "bae-bae' ji ma'..."

begitulah perbincangan antara kami berlanjut, semua berjalan sekenanya, ku jawab semua pertanyaan darinya, begitu juga dia menjawab semua pertanyaan dari ku. mulai dari masalah kondisi rumah, saudara sepupuku yang tinggal bersamaku, omku yang juga tinggal serumah denganku, adikku yang baru saja pulang dari KKN, dan semua yang berhubungan antara aku, sepupuku, omku, dan adikku... semua berjalan dengan santai.. nyaman.. lantunan suara tuanya seperti sengatan kistrik gelombang tinggi yang menggetarkan setiap perasaan dalam diriku *lebay coy... semua berjalan begitu saja, sampai ketika ia mulai mengangkat kerinduannya pada semua anak-anaknya, harapan yang besar baginya dari setiap anak-anaknya, aku tau... aku tau kalau sebenarnya ia sementara meneteskan air mata pada saat itu anmun sekuat hati ia tampakkan ketegaran dalam dadannya hanya untuk enjaga jangan sampai aku jatuh dan lemah dengan air matanya, aku tahu bahwa pengharapan yang pernah ada sewaktu kami (anak-anaknya) masih kecil-kecil sebagian besar hilang... semua kondisi yang mereka (bunda dan ayahanda) temui sekarang ini mungkin sangat jauh dari yang mereka harapkan... namun semua itu mereka tepis, mereka sangat demokrat, mereka melebur semua egoisme keinginan mereka hanya untuk senyum di wajah kami terhadap pencapaia-pencapaian kami...

semua itu muncul dalam benakku, seiringin dengan kata-katanya yang terus mengalir di seberang sana... nasehat demi nasehat meluncur halus keluar dari speaker Hp-ku, ingin rasanya pada saat itu ku katakan padanya.. "maafkan anakmu bunda, masih belum mampu menunjukan padamu apa yang Allah dan Rasulnya kehendaki, dan yang bunda dan ayahanda harapkan dari anakmu ini.." ingin rasanya ku buka tabr jarak antara aku dan bunda dan kutunjukan pada bunda betapa lemahnya diriku tanpa kasih sayangnya, motivasinya, doronganya, bimbingannya... ingin juga ku peluk bunda dan berkata padanya bahwa "Aku rindu Bunda..."...

"Wan... Wan..." suaranya kembali menyadarkan ku, "iye' ma..." jadi kapan selesai kuliah mu.. nah, inilah babak yang kunanti, pertanyaan yang sangat sulit untuk kujelaskan bunda, pertanyaan itu berusaha ku alihkan ke pembahasan lain yang kira-kira mendekati, dan akhir nya pertanyaan itu seperti pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, bagiku kukira seperti itu, namun ku tau bundaku selalu faham dengan kondisiku... ia faham bahwa aku belum punya jawaban untuk pertanyaannya itu, makanya ia tidak sampai mengulang dua kali pertanyaan tersebut, itulah Okenya Bundaku, selalu mengerti kondisi anaknya...

the next... terdengar suara Teeeeeeet.. di hp-ku, aku baru ingat kalo pulsaku memang sedikit, so... dengan sigap kukatakan pada bunda " Ma'... habis mi pulsaku, beso' (K)2 pi sa telpon(g) kilagi nah.. salam sama papa' (panggilan ku ke yanda).." " iye' na'... bae-bae ko nah... fokus kuliah mu dulu, baru urus yang lain.. Assalamu alaikum.." "waalaikum salam iye' ma.." kututup HP-ku, kuraba pipiku, hehehe... kecengenganku datang... ternyata, aku kangen Bunda...

Untuk Ssebuah Do'a

اللهم اغفرلي زولوالدي ورحمهما كما ربياني صغيرا


Rabu, 15 Desember 2010

Review Buku: Saya Nujood, Usia 10 dan Janda


Sejak buku ini dipromosikan di Gramedia, aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Kebetulan aku suka sekali dengan buku-buku tentang perempuan yang tinggal di negara-negara Arab, Persi dan Arab Maghribi. Sampai-sampai aku punya quote tentang mereka yang dikatakan oleh seoarang mantan model Iran “Memang salah satu kebebasan kami diambil atau kami punya aturan tetapi pada saat yang sama kami menjadi kreatif dalam menghadapi situasi”.

Seperti yang sudah semu ketahui bahwa beberapa negara Arab dan yang juga menjadikan azas Islam sebagai azas negara amat menekan tentang pemisahan laki-laki dan perempuan. Selain itu juga pada Arab tradisional, seorang Ayah dan saudara laki-laki atau kerabat laki-laki yang dituakan adalah “tuhan” di bumi bagi kaum perempuan. Disinilah cerita tentang Nujood, seorang gadis dari Yaman nasib pernikahan ditentukan ketika umurnya baru 9 tahun.

Semua orang menganggap ini adalah hal yang terbaik bagi Nujood karena jika mengutip hikayat Nabi Muhammad SAW, Beliau sendiri menikahi Aisyah ketika Aisyah sendiri berumur 9 tahun. Selain itu menurut undang-undang Yaman, tidak ada batasan umur untuk menikah namun hubungan suami istri hanya bisa dilakukan jika istri sudah memasuki masa pubertas atau haid pertama.

Alasan yang sebenarnya adalah Ayah Nujood ingin mengurangi jumlah mulut yang harus diberi makan. Sebagai tukang sapu pinggir jalan, beristri dua dan mempunyai 16 anak, termasuk beberapa cucu maka memberi makan kepada mereka bukan pekerjaan ringan. Harapan Ayah Nujood, dengan menikah tanggung jawabnya sebagai Ayah sudah selesai. Selain itu mahar pernikahan Nujood dapat digunakan untuk membiayai rumah tangganya.

Yang terjadi adalah suami Nujood dan keluarganya tidak memenuhi janjinya untuk merawat Nujood, apalagi menyekolahkan dan menunggu sampai Nujood cukup siap untuk berhubungan seksual layaknya suami istri. Nujood hanya dijadikan sebagai komoditas, harta baru bagi keluarga tersebut. Pada malam pertama Nujood langsung diperkosa oleh suaminya dan ini tidak tejadi sekali namun berkali-kali. Lalu oleh Ibu mertua dan ipar-ipar perempuannya dia diperlakukan sebagai pembantu dan dipukul jika salah melakukan pekerjaan.

Pada suatu hari suaminya memberikan waktu kepada Nujood untuk pulang ke rumah orang tuanya. Pada saat di rumah orang tuanya itulah, Nujood mencari tahu bagaimana caranya bercerai karena selama ini tidak ada perempuan yang berani bercerai walaupun hidup dalam pernikahan tidak sehat.

Istri kedua Ayah lah yang akhirnya mengusulkan agar dia pergi menemui hakim di pengadilan agar bisa diceraikan. Tidak hanya itu dia juga memberikan uangnya yang tak seberapa kepada Nujood untuk membayar ongkos bis ke Pengadilan. Dengan keberaniannya akhirnya Nujood berhasil ke pengadilan, memohon cerai dan akhirnya dikabulkan walaupun itu berarti kontroversi memenuhi Yaman dan juga dunia internasional. Padahal yang dinginkan gadis kecil ini amat sederhana bagi anak-anak perempuan di belahan dunia lain, bisa sekolah dan menjadi pengacara.

Kisah Nujood ini mengingat aku pada kutipan sebuah buku yang ditulis (kalau tidak salah) Nawal El Sadawy seorang aktivis perempuan Mesir “Bahkan untuk berpakaian pun perempuan harus ditentukan oleh laki-laki.” Ini membuat miris hatiku karena aku juga beragama Islam (walaupun bukan yang taat) jika sebuah adat istiadat atau kehendak kaum pria “dibenarkan” dengan paksa oleh oknum-oknum tertentu dengan mengutip ayat-ayat Al Qur’an.

Yaman memang negara Islam namun adat istiadat dan budaya patriakal yang kuat membuat perempuan akhirnya menjadi “harta” laki-laki. Jika bisa aku bandingkan dengan Iran yang aku baca dari buku Pelangi di Persia oleh Dina Y. Suleman. Di negeri Ahmadinejad ini kaum perempuan mempunyai kesempatan belajar yang luas dan juga bekerja. Belum lagi karena undang-undang pernikahan ketat dan permintaan mahar yang berupa keping emas yang sama sekali tidak murah maka pria di Iran amat menghormati istri dan pernikahannya.

Buku ini wajib dibaca bagi anda-anda yang mendukung negara Islam sehingga nanti anda tahu masalah apa yang akan anda hadapi. Dan untuk semua perempuan terlepas agama apapun yang anda anut, pernikahan anak-anak bukan hanya masalah dunia Islam, namun juga masalah bersama, sesama para perempuan, karena dalam agama apapun banyak juga yang “melegalkan” pernikahan anak-anak seperti ini mau Kristen, Budha ataupun Hindu”.

Sumber gambar dari MarcGopin.com


Copy By:COMPASIANA

Minggu, 12 Desember 2010

Ponakan Azhariyuun...


Entah berkah apa yang datang padaku hari ini... iseng-iseng, kuhubungi dua nomor teman lama, keduanya mengabarkan berita gembira. Kebahagiaan dengan kelahiran dua insan baru dari saudari al azhariyyun. Sebenarnya, mereka sudah aga’ lama melahirkan, tapi aku sendiri baru pagi ini tahu. Mereka bilang pengen ngasi kabar, tapi nomorku nggak bisa di hubungi... never mind, but, ini semua membuatku bahagia di pagi ahad...

Uniknya lagi, ponakan baru itu sepasang, satu Ikhwan, satunya lagi Akhwat. Aku sangat berharap kelahiran mereka menjadi sebuah kebaggan dan keberkahan bagi keuda orang tua mereka khususnya, dan kepada agama ini.

Mujahid dan mujahidah baru kami... tulisan ini khusus ku buat untuk kalian... meski singkat, namun berisi kebanggan dan pengharapan pada kalian. Aku yakin, orang tua kalian mempunyai kebanggan yang lebih dari pada kebangganku pada kalian... meski nama kalian begitu sulit untuk ku hafalkan, namun kalian berdua ada dalam hatiku...


Puisi untuk kalian...


Buah dari keindahan cinta

Bersemi menebar harum dalam kehidupan

Sebagai dambaan penantian yang lama

Dari keinginan dan kerinduan tiap insan

Awal dari kehidupan telah kau jalani

Bukan singkat pejalanan kan menyambut di depan nanti

Bukan ringan tantangan mendera kemudian hari

Sandarkan hatimu pada kehendak ilahi

Buah hati para pencari keridhahan

Pelipur nestapa dalam bahtera kehidupan

Kau indah bagi sebuah keindahan

Kau tumpuan ribuan harapan


Hanya ini yang bisa ku berikan... ku rindu melihat kalian....


Lakuma Ukhtaani Fillah

Isnaeni wa Mardiyah

Jumat, 10 Desember 2010

Bagai Katak Dalam Tempurung

Mungkin Anda sudah mengetahui pepatah Bagai katak dalam tempurung. Pepatah ini begitu populer. Tapi, apa yang akan saya sampaikan adalah model barunya. Iya, arti dari pepatah ini adalah orang yang wawasannya tidak terlalu luas. Ia tidak tahu situasi lain, selain di sekitar tempatnya berada saja. Kesannya, orang seperti ini adalah orang yang tidak gaul.

Namun tahukah Anda, bahwa orang gaul pun bisa memiliki sifat yang sama dengan apa yang dikatakan pepatah ini? Yup, orang yang merasa gaul dan suka membaca tidak terbebas dari kemungkinan menjadi orang seperti dalam pepatah ini. Bisa jadi, Anda pun termasuk di dalamnya.

Silahkan lanjutkan membaca untuk mengetahui apakah Anda termasuk dan solusinya untuk mencegah dan keluar dari sikap seperti ini.

Apa itu tempurung? Bagai katak dalam tempurung, artinya si katak tidak bisa melihat dunia luar karena dibatasi oleh tempurung. Jadi makna yang lebih mendalam dari pepatah ini ialah hidup yang dibatasi. Yang dimaksud batas ini bukan hanya membatasi mata lahir saja. Namun, yang lebih bahaya ialah saat mata hati dan pikiran kita yang dibatasi.

Tertutup Mata Hati

Mata hati yang dibatasi tidak bisa melihat kebenaran. Apa yang membatasi hati? Yang membatasi hati itu adalah hawa nafsu. Orang yang hatinya sudah tertutup oleh hawa nafsu tidak akan mampu melihat kebenaran. Satu-satunya cara agar bisa melihat kebenaran ialah dengan menyingkap tabir tersebut, bukan meniadakannya sebab hawa nafsu sudah bagian dari manusia. Ciri-cri orang yang mata hatinya tertutup ialah tidak bisa melihat cahaya, bahkan saat dia sedang membaca sumber cahaya tersebut, yaitu Al Quran. Atau orang yang selalu/sering menolak nasihat atau selalu melakukan pembenaran saat menerima nasihat.

Pikiran yang Dibatasi

Model kedua dari makna bagai kata dalam tempurung ialah saat pikiran kita yang dibatasi. Orang yang rendah diri adalah orang yang pikiran dibatasi oleh anggapan akan kemampuan diri yang rendah. Orang yang putus asa adalah orang yang pikirannya dibatasi oleh sempitnya ide-ide yang bisa menjadi solusi. Dia pikir tidak ada yang bisa dilakukannya lagi, dia pikir semua sudah dilakukan. Padahal belum semua cara dan ikhtiar yang dilakukan, dia hanya menganggap semuanya sudah dilakukan karena pikirannya sebatas itu.

Dan, masih banyak lagi akibat negatif dari berpikiran sempit.

Buka Hati Buka Pikiran

Bagai katak dalam tempurung, si katak merasa bahwa dunianya memang seperti itu. Gelap dan sempit. Dia merasa bahwa itulah realitas hidup. Dia tidak sadar kalau dirinya sebenarnya terkungkung oleh sempitnya tempurung. Banyak juga manusia yang merasa hidupnya sudah baik-baik saja. Dia merasa seperti itulah hidup yang sebenarnya. Mereka tidak menyadari bahwa hidup bisa lebih luar dari itu.

Terlepas, apakah Anda merasa Bagai Katak Dalam Tempurung atau tidak, maka Anda tetap harus membuka hati dan pikiran Anda. Seperti yang saya jelaskan di modul Berpikir Diluar Kotak Revolusi Waktu, bahwa sebenarnya kita ada dalam kotak tertentu. Sejauh mana apa yang Anda capai dan miliki saat ini, itu adalah ukuran dari kotak atau batasan yang ada pada diri Anda. Artinya jika Anda ingin memiliki pencapaian yang lebih besar, maka bukalah pikiran Anda.

Bukalah hati. Membuka hati bisa dimulai dengan membersihkan kotoran-kotoran yang ada dalam hati. Mulailah dengan memohon ampun kepada Allah dan memperbanyak ibadah agar hati kita menjadi bening. Terimalah nasihat, apalagi yang datang dari Al Quran dan hadits shahih, meski pun nasihat itu menonjok hati Anda. Jika Anda tidak suka dengan nasihat baik, artinya ada sesuatu dalam hati Anda. Maka mulailah untuk menerima nasihat meski terasa pahit, bukan menolaknya atau mencari pembenaran.

Mudah-mudahan, kita semua terhindar dari orang yang tertutup baik mata hatinya maupun pikirannya. Mudah-mudahan hidup kita tidak Bagai Katak Dalam Tempurung.

Copy by: Motivasi Islami

Kamis, 08 April 2010

Puisi, Sang Pemberi Tugas

Iseng-Iseng, kemaren ane buka FB via Ponsel.... trus... baca status baru2 teman-teman FB-er.. pas dapat satu yang unik, status seorang puiser (hehehehe)... wah... ane jadi kepancing tuk balas rangkaian kata sastranya. mulanya ane nggak gerti maksud dan isi dari puisinya, namun... sedikit demi sedikit... mulailah aku tambah nggak faham (hehehehehe...) *pokoknya nggak faham-faham dah*.. nah trus ane coba untuk komen dengan puisi juga... yang (hehehehehe) ane sendiri ngga' ngerti... nyambung apa kaga' ma puisinya... so... berlanjut deh balas-balas puisi...
nah... karena susunan puisi yang kami buat asyik (menurut ane....)... ane posting deh di sni... itung-itung buat ngeupdate postingan, soalnya ni... ane dapat tugas dari seseorang tuk ngeupdate blog lagi... namun ternyata... Sodara-Sodara, ada yang unik lagi.. ane jadi penasaran dengan identitas dari sang "Manusia Bugis" itu tu... yang berbalas puisi ma ane, ane buka infonya di halaman info FBnya, eh... ada email yang ane kenal.... dan ternyata pemilik puisi itu adalah.... yang ngasi tugas buat ngeupdate blog...


ni dia puisi Kami...

Manusia Bugis "Dia masih kerap mengganggumu...! Biarkan diammu menegaskan jenak kusam dalam bias-bias jenggala. Di padang mana dia kini berpijak, usah! Jangan peduli lagi pada sesungging senyum yang kerap dilemparkannya. Atau, kisah-kisah usang yang kerap diceritakannya. Tak usah peduli, karena kau punya kisah sendiri!" Manusia bugis__

Wawan Abdullah Fattah
sekeras batu menahan tetesan air hjan yang lembut, jua kan berlubang.. meninggalkan tetesannya tuk pertahankan keutuhan adalah yag terbaik....

Manusia Bugis
ya! Seperti rimba yang kehilangan tuan pada suatu malam. Maka dengarkan rintihan angin yang menyapamu dalm bimbang. Aku melihatnya menyemai sebilah belati, ia ingin membunuh bulan! Manusia Bugis!

Wawan Abdullah Fattah
bulan tak kan menghindar, keindahannya akan menghalau murka.. kesejukan malam kan meghilangkan amarah.. meski kelamnya malam tak terbaca.. diamnya bukan berarti tak mau menyapa..

Manusia Bugis
Hentikan menyebut kata sifat...! Jika, tak ada tafsir dari kitab-kitab weda, atau kitab samawi yang disematkan pada suatu hari, jika memburu ketika, maka pandanglah wajah Tuhan pada bias-bias butir-butir putihnya. Angkasa...! Manusia bugis"

Wawan Abdullah Fattah
semua akn pudar, sifatpun kan memudar.. keindahan yang bertahan.. meski memacu secepat ingatan yang terlupa, namun bias kan terbekas, meski hanya sebatas...

Rabu, 17 Maret 2010

Semangad Baru, Insya Allah...

Bismillahi Rahmani Rahim....

Setelah sekian lama nggak pernah ngeponsting tulisan baru lagi, ane merasa kasian juga ngeliat perkembangan blog kesayangan ane ini. Banyak hal yang menyebabkan ane nggak terlalu sering lagi ngeposting tulisan. Diantaranya, nggak tau apa yang mau di posting, trus.... Banyak maen di fb kalo lagi OL… en banyak lagi yang laen…

Nah... sekarang, selain karena dapat tugas dari kampus (ngaktivin Blog lagi), ane pengen nyalurin semua uneg-uneg yang ada ke dalam postingan... mudah-mudahan aja insfirasi tulisan tetap ngalir. Untuk nulis postingan yang ini aja mesti buth waktu... gmana mau buat yang lebih baik... tapi, ane yakin dengan pepatah arab “Man jaddah wajadah...” kira-kira seperti itu. So, nggak kata untuk nggak bisa...

Wokkeh... kaya’nya ini dulu....

Minggu, 24 Januari 2010

KAU MEMBUATKU BANGGA , KAWAN

Aku selalu bangga padamu…

Banyak hal yang aku dapat dari mengenalmu. Mulai dari kekerasan hatimu, keterbukaanmu, kejengkelanmu, keegoisanmu. Semua mengalir seiring dengan berjalannya waktu yang tak pernah mau menunggu. Tak ada yang mampu untuk mengetahui apa yang akan terjadi dalam alur kehidupanya kelak, begitu juga perkenalan kita dan pertemanan yang terjalin, sampai hari ini aku mengenalmu sebagai seseorang yang selalu membuatku bangga… namun tak pernah kita ketahui kelak, sampai dimana kebanggan ini akan ada padaku.

Aku selalu bangga padamu….

Berbagai bunga kehidupan menghiasi tepian jalan yang telah berlalu, seakan kembali menebar benih baru ke arah yang belum terlalui. Itu terjadi setelah persahabatan, pertemanan ,atau apalah namanya antara kita harus terbatas oleh aturan Tangan Sang Pengatur, dan aku yakin kamu faham itu. Terkadang aku menganggap bahwa kau bukan sekedar temanku, bukan sekedar sahabatku… namun kenyataan lain membantah dan tetap bertahan bahwa kau akan terus membuatku bangga.

Aku akan terus bangga padamu..

Kau telah membuatku tak pernah berjalan sendiri, saat ku butuhkan pegangan dari keterpurkan dan kelabilan perasaan, seperti angin di tengah hari yang gersang kau datang dengan lembut memberiku kesejukan. Meski terkadang dengan bahasa yang sebenarnya hanya untuk membangkitku dari keterpurukanku… meski demikian, kebanggaanku padamu masih juga bersemi.

Aku bangga, namun tak melebihi kebangganku pada Yang Maha Pencipta…..

http://www.facebook.com/note.php?created&&suggest&note_id=265424892468

Jumat, 22 Januari 2010

Sinopsis "NEGERI 5 MENARA"




Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara. Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka menunggu Maghrib sambil menatap awan lembayung berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.

copy by SINOPSIS Gramedia Shop

Kamis, 30 Juli 2009

Award dari manado....

Bukannya ge’er sih… aku senang bangeddd... ni dapat kehormatan mendapatkan award dari teman yang agak jauh…. (manado). Yup… untuk masalah award blog, aku termasuk orang yang jarang sekali mendapatkan award dari teman blogger… oleh karena itu (koma)… hehehehe… kesempatan banget dapat pe-er dari teman… jadinya gag tanggung-tanggung… begitu aku baca di shout-mix… langsung aja ku klik… muncul deh blog sang pemberi award… Hana… gitu aja aku kenal namanya… siapa pun dan bagaimanapun dia, dia itu teman baru yang sudah menganggapku sebagai salah satu teman yang bisa di beri penghargaan award… thank’s for that’s friend….

Nah, sebagai mana biasanya… tradisi pewarisan award ini mesti aku lakukan juga…. Sebagaimana yang Hana bilang, membuat dan mengikuti instruksi award ini memang aga’ rumit coy, but never mind… I will try….

Award ini sendiri merupakan Award yang ber-backlink, maka sahabat blogger yang menerima award ini akan secara otomatis mendapatkan backlink, dan jika kita mengikuti aturannya secara tepat maka blog kita akan mendapatkan banyak backlink dalam waktu yang singkat.
Dan pada akhirnya saya memutuskan para sahabat blogger yang menerima award ini adalah :

1. kanda Syamsul

2. D203L

3. Un_der_dak

4. Andi Has

5. Dely

6. Neny

7. Fitri

8. Mimi

9. Bani

10. Syifa


“Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Dan selanjutnya si penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu :

1. Rizky

2. Omtomi

3. Blognyaipank

4. My Music

5. Avanca Linux

6. Ote Tatsuya

7. Deogracias

8. Akhi Rido Wahyudi

9. Hana Mugiasih

10. Wawan

Aturannya begini :
sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah

Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan trafik tambahan.
Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”

Selamat mengambil award-nya, sobat. Tetap jalin silaturrahim kepada para blogger agar blog sobat cepat naik trafik pengunjungnya. Selamat kepada para sahabat blogger yg mendapat award.